Beranda | Artikel
Hari Keputusan
8 jam lalu

Hari Keputusan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah tematik oleh Ustadz Dr. Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A. Hafidzahullah pada Ahad, 2 Rabiul Akhir 1448 H / 13 September 2026 M.

Kajian Tentang Hari Keputusan

Hari kiamat merupakan hari yang dahsyat. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan manusia untuk takut terhadap hari tersebut agar mempersiapkan diri.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu dan takutlah akan suatu hari ketika seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.” (QS. Luqman [31]: 33)

Allah memerintahkan manusia mengingat hari kiamat agar mempersiapkan diri dan tidak tertipu oleh gemerlap serta pernak-pernik kehidupan dunia sehingga lalai melakukan persiapan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.” (QS. Al-Hajj [22]: 1)

Pada hari itu, wanita yang sedang menyusui akan lalai terhadap anak yang disusuinya karena dahsyatnya kejadian tersebut. Wanita yang sedang mengandung akan mengalami keguguran. Manusia akan terlihat berjalan seperti orang mabuk, padahal mereka tidak mabuk. Akan tetapi, azab Allah sangat pedih.

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ

“Takutlah kalian terhadap suatu hari ketika kalian dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah [2]: 281)

Kehidupan Tidak Diciptakan dengan Sia-sia

Merupakan perkara yang sangat logis bahwa Allah tidak menciptakan manusia di muka bumi, lalu membiarkan berbagai peristiwa berlalu begitu saja. Orang yang menzalimi dan dizalimi, membunuh dan dibunuh, serta merampas dan dirampas hartanya, tidak mungkin berakhir tanpa pertanggungjawaban.

Tuhan yang benar tentu akan meminta pertanggungjawaban setelah menciptakan manusia. Jika semua peristiwa berlalu tanpa pertanggungjawaban, kehidupan ini hanyalah kesia-siaan, senda gurau, dan permainan.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun [23]: 115)

Allah juga berfirman bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya secara batil. Anggapan bahwa tidak ada hari kebangkitan merupakan persangkaan orang-orang kafir. Karena itu, mereka akan celaka dan masuk neraka Jahanam.

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

Orang-orang beriman merenungkan alam semesta yang diciptakan dengan kokoh dan teratur. Penciptaan yang demikian menunjukkan bahwa Allah memiliki tujuan dalam menciptakannya.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ‎﴿١٩٠﴾‏ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ‎﴿١٩١﴾‏

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi. Mereka berkata, ‘Wahai Rabb kami, tidak mungkin Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka lindungilah kami dari azab neraka Jahanam.`” (QS. Ali ‘Imran[3]: 190-191)

Mereka memahami konsekuensi penciptaan alam semesta: setelah manusia meninggal, akan ada kebangkitan, pembalasan, surga, dan neraka.

Orang yang merenungkan hal tersebut adalah orang yang cerdas. Adapun orang yang berprasangka buruk dan memandang bahwa Allah hanya menciptakan manusia lalu semuanya berakhir tanpa kebangkitan, ia tidak memahami hakikat penciptaan.

Pentingnya Mengingat Hari Kiamat

Pembahasan tentang hari kiamat perlu diulang untuk mengingatkan manusia. Tanpa peringatan, manusia mudah lalai. Hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang sangat penting.

“Barang siapa di antara kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaknya ia …”

Allah juga berfirman:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

“Raja yang menguasai hari pembalasan.” (QS. Al-Fatihah [1]: 4)

Hari akhirat dikhususkan karena berkaitan dengan hari pembalasan. Orang yang mengetahui adanya hari pembalasan akan berhati-hati dalam bersikap, berbuat, dan berbicara.

Orang yang yakin terhadap hari pembalasan akan lebih mudah bertakwa, lebih bersemangat beramal saleh, dan lebih mudah meninggalkan maksiat. Sebaliknya, orang yang kurang yakin terhadap hari pembalasan akan lebih mudah lalai dan bermaksiat.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak orang berbicara, berkomentar, dan menuduh tanpa berpikir terlebih dahulu. Mereka mengetahui adanya hari kiamat, tetapi lalai dan tidak menghadirkannya dalam pikiran.

Seandainya seseorang berhenti sejenak dan menyadari bahwa setiap ucapannya dicatat oleh malaikat, kemudian akan ditampakkan dan dihadirkan kembali pada hari kiamat untuk dihisab serta dimintai pertanggungjawaban atas dampaknya, niscaya dia tidak akan sembarangan berbicara.

Seseorang hendaknya berbicara baik. Jika tidak mampu, lebih baik dia diam. Namun, orang yang menerapkan hadits ini masih sedikit. Hal itu menunjukkan bahwa menghadirkan hari kiamat dalam diri masih kurang. Jika seseorang benar-benar menghadirkan hari kiamat dalam dirinya, kemaksiatan hampir tidak akan terjadi.

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

“Celakalah orang-orang yang curang.” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 1)

Tatfif adalah mengurangi takaran atau timbangan, meskipun hanya sedikit. Misalnya, barang yang seharusnya sepuluh kilogram diberikan sembilan kilogram sembilan ons, atau barang yang seharusnya sepuluh liter diberikan 9,9 liter. Sebanyak seratus mililiter dihilangkan.

Banyak orang melakukan kecurangan, pengurangan, dan penipuan karena tidak menghadirkan hari kiamat dalam dirinya. Secara umum, kaum muslimin meyakini adanya hari kebangkitan. Namun, mereka kurang menghadirkannya dalam hati dan kurang mengagungkan hari tersebut. Akibatnya, pengaruh keimanan itu pun lemah sehingga mereka mudah bermaksiat dan malas beramal saleh.

Jika seseorang menghadirkan kesadaran bahwa dirinya akan mati dan dibangkitkan kembali, dia akan lebih bersemangat beramal.

Yaumul Fasl: Hari Keputusan

Al-Qur’an banyak membahas hari kiamat dengan berbagai nama, sifat, dan peristiwa yang terjadi padanya. Salah satu nama hari kiamat yang sering disebutkan Allah dalam Al-Qur’an adalah yaumul fasl, yaitu hari keputusan. Nama tersebut menggambarkan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat.

Yaumul fasl disebutkan dalam Al-Qur’an pada lima ayat.

هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ‎﴿٢١﴾‏ ۞ احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ ‎﴿٢٢﴾‏ مِن دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ ‎﴿٢٣﴾‏ وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ ‎﴿٢٤﴾

“Inilah hari keputusan yang dahulu kalian dustakan. Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman-teman mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah. Lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka Jahanam.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 21–23)

Yaumul fasl berarti hari pemisahan. Orang-orang zalim dikumpulkan dan dipisahkan dari orang-orang baik. Pada hari itu, yang benar dipisahkan dari yang tidak benar, serta yang zalim dipisahkan dari yang tidak zalim.

Orang-orang zalim dikumpulkan bersama sejawat mereka, seperti para koruptor bersama para koruptor dan para pezina bersama para pezina. Orang-orang musyrik dikumpulkan bersama orang-orang musyrik, kaum Yahudi bersama kaum Yahudi, dan kaum Nasrani bersama kaum Nasrani. Mereka juga dikumpulkan bersama sesembahan yang dahulu mereka sembah selain Allah, lalu ditunjukkan jalan menuju neraka Jahanam.

Ayat yang berikutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ ‎﴿٤٠﴾‏ يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَن مَّوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ ‎﴿٤١﴾‏ إِلَّا مَن رَّحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ‎﴿٤٢﴾

“Sesungguhnya hari keputusan itu adalah waktu yang telah ditetapkan bagi mereka semuanya. Pada hari itu, tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain, kecuali orang yang dirahmati Allah. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Ad-Dukhan[44]: 40-42)

Hal ini menunjukkan bahwa semua orang akan bertemu dengan hari tersebut tanpa terkecuali karena waktunya telah ditentukan bagi mereka seluruhnya.

Bagaimana kajian lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56545-hari-keputusan/